# Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis

- Link: https://koranlombok.com/2026/08/10/antisipasi-defisit-pemprov-ntb-susun-apbd-p-lebih-realistis/
- Published: 2026-08-10T15:54:26+08:00
- Author: NewsRoom

Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) memperketat belanja
daerah dan menata kembali prioritas dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.

Hal ini dilakukan menyusul perubahan kemampuan pendapatan daerahterutama belum terealisasinya
Dana Bagi Hasil (DBH) kurang salur sesuai asumsi yang diperhitungkan sebelumnya.

Kepala Dinas KomunikasiInformatika dan Statistik (Kominfotik) NTB sekaligus Juru
Bicara Pemprov NTB Dr. H. Ahsanul Halik mengatakanpenyesuaian tersebut merupakan
bagian dari langkah pemerintah menjaga kesehatan APBD. Sekaligus memastikan anggaran
tetap diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Dr. Akasapaan Ahsanul Khalik menjawab pertanyaan
media di sela kegiatan Kahf Own The Way Run Mataram 2026 di Lapangan Bumi Gora Kantor
Gubernur NTBMinggu (9/8).

Penegasan tersebut juga dilontarkan menyusul pernyataan Kepala Badan Keuangan dan
Aset Daerah (BKAD) NTB Dr. Nursalim mengenai kondisi fiskal dalam pembahasan APBD
Perubahan.

Menurut Dr. Akaketika APBD 2026 disusun pada 2025Pemprov NTB telah mengantisipasi
kemungkinan penurunan transfer dari pemerintah pusat.

Meski kebijakan pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) saat itu belum ditetapkan secara
resmipemerintah daerah telah memasukkan asumsi penurunan DAU dalam perencanaan.

“DAU sudah kita antisipasi. Yang kemudian berada di luar asumsi awal kita adalah
perkembangan DBH kurang salur,” katanya.

DBH yang menjadi perhatian Pemprov NTB merupakan kurang bayar DBH tahun 2023 dan
2024 yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 120 Tahun 2025 menetapkan rincian Kurang 
Bayar DBH sampai dengan tahun anggaran 2024.

“Regulasi tersebut juga menyatakan bahwa penetapan kurang bayar DBH merupakan pengakuan
atas utang pemerintah pusat kepada pemerintah daerah,” tegas Dr. Aka.

Bagi NTBnilai kurang bayar yang menjadi perhatian sekitar Rp616 miliar. Namunperkembangan
penyaluran yang kita perkirakan 50 persen atau Rp300 miliar sesuai kebiasaan pusat.

“Info yang kita terimakita akan mendapat kan transfer hanya sekitar Rp13,3 miliardan
ini membuat ruang fiskal daerah harus dihitung kembali secara cermat,” katanya.

“Ini bukan sekadar angka yang kita harapkan. Kurang bayar DBH sudah ditetapkan pemerintah
pusat dan secara regulasi diakui sebagai kewajiban pemerintah pusat kepada daerah.
Tetapi dalam menyusun APBDkita tetap harus membedakan antara hak yang sudah ditetapkan
dengan penerimaan yang sudah tersedia untuk dibelanjakan,” tambahnya.

PMK 120/2025 mengatur bahwa penyaluran kurang bayar DBH dilakukan dengan memperhatikan
kemampuan keuangan negara dan ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan.

Penetapan kurang bayar tersebut juga tidak menjadi dasar langsung bagi daerah untuk
menganggarkan tambahan pendapatan sebelum ada keputusan mengenai penyalurannya.

Karena ituPemprov NTB memilih menggunakan pendekatan kehati-hatian dalam menyusun
APBD perubahan.

“Kalau penerimaan belum dapat dipastikan masukkita tidak boleh membangun belanja
berdasarkan penerimaan tersebut. APBD harus disusun dengan asumsi yang realistis,”
ujarnya.

Menurut Dr. Akakondisi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat tata
kelola keuangan daerah.

Pemprov NTB akan memastikan perencanaan APBD ke depan menggunakan asumsi pendapatan
yang semakin realistis. Belanja kemudian disesuaikan dengan kemampuan fiskal yang
benar-benar tersedia.

“Prinsipnyapendapatan harus realistis dan belanja harus mengikuti kemampuan fiskal.
Kita tidak ingin membangun belanja di atas asumsi penerimaan yang belum pasti,” 
katanya.

Pembenahan juga diarahkan untuk menjaga agar APBD tidak kembali membawa beban kewajiban
ke tahun berikutnya. Salah satu prioritas yang telah dilakukan adalah penyelesaian
pembayaran utang.

Dr. Aka menyebut2026 menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya NTB memasuki
tahun anggaran baru tanpa membawa beban utang dari tahun sebelumnya.

“Ini harus kita jaga. Kita sudah memprioritaskan pembayaran utang. Jangan sampai
karena ingin mempertahankan semua programkita justru menciptakan beban baru untuk
tahun berikutnya,” tegasnya.

Menurut Dr. Akakesehatan APBD tidak ditentukan semata-mata oleh besarnya anggarantetapi
oleh kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara pendapatanbelanjakewajibandan
manfaat yang diterima masyarakat.

Dalam kondisi ruang fiskal yang lebih ketatPemprov NTB tidak akan melakukan efisiensi
dengan mengorbankan kebutuhan masyarakat.

Program yang berkaitan langsung dengan masyarakat tetap menjadi prioritas. Kebutuhan
infrastruktur penting juga tetap diperhatikantetapi pelaksanaannya akan lebih selektif
dengan mempertimbangkan urgensimanfaatdan kemampuan pendanaan.

“Program yang menyentuh masyarakat tetap kita prioritaskan. Infrastruktur penting
juga tetap kita perhatikantetapi harus sangat selektif. Perangkat daerah harus menahan
diri terhadap belanja yang tidak mendesakterutama belanja operasional yang tidak
memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” jelasnya.

Dr. Aka meminta seluruh perangkat daerah memiliki disiplin yang sama dalam menentukan
prioritas. Ketika kemampuan fiskal berubahsetiap program harus kembali dilihat berdasarkan
urgensimanfaat dan kesiapan pendanaannya. Tidak semua kegiatan harus dipaksakan 
berjalan bersamaan.

“Kalau ruang fiskal terbatasprioritas harus semakin tajam. Jangan ada ego untuk 
mempertahankan program yang tidak terlalu pentingsementara kita melupakan bagaimana
menjaga APBD tetap sehat,” katanya.

Pemprov NTBlanjut Dr. Akaterus melakukan komunikasi dan konsultasi dengan DPRD NTB
dalam pembahasan APBD perubahan.

Dr. Aka meyakini eksekutif dan legislatif memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga
APBD tetap sehat sekaligus memastikan anggaran memberikan manfaat sebesar-besarnya
bagi masyarakat.

“Eksekutif dan DPRD memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga APBD NTB. Karena
itupembahasan TAPD dan Banggar harus bertumpu pada datakemampuan fiskaldan kebutuhan
masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dr. Akakondisi fiskal saat ini justru membutuhkan pembahasan yang semakin
cermat. Setiap usulan belanja perlu dilihat dari urgensimanfaatkemampuan pendanaandan
konsekuensinya terhadap kesehatan APBD.

Pembahasan APBD perubahan bukan semata-mata soal menambah atau mengurangi anggarantetapi
memastikan seluruh rencana belanja dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab dengan
sumber pendapatan yang realistis.

“Ini bukan soal siapa yang menang atau kalah. Kita semua ingin APBD NTB sehatrealistisdan
memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.

Pada akhirnyapenataan APBD perubahan menjadi bagian dari upaya Pemprov NTB membangun
disiplin fiskal yang lebih kuat. Yakni tidak membelanjakan penerimaan yang belum
pastitidak mengorbankan kebutuhan masyarakatdan tidak meninggalkan beban bagi tahun
berikutnya.

“Yang kita jaga bukan sekadar angka APBDtetapi kemampuan pemerintah untuk terus 
memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itusetiap rupiah harus ditempatkan
pada kebutuhan yang paling pentingmemberikan manfaat yang nyatadan dapat dipertanggungjawabkan,”
pungkas Dr. Aka. (F*)

Ket. Foto:

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Kadis Kominfotik NTB Ahsanul Khalik. (Ist)

### Bagikan ini:

 * [  Facebook ](https://koranlombok.com/2026/08/10/antisipasi-defisit-pemprov-ntb-susun-apbd-p-lebih-realistis/?share=facebook)
 * [  X ](https://koranlombok.com/2026/08/10/antisipasi-defisit-pemprov-ntb-susun-apbd-p-lebih-realistis/?share=x)
 * [  WhatsApp ](https://koranlombok.com/2026/08/10/antisipasi-defisit-pemprov-ntb-susun-apbd-p-lebih-realistis/?share=jetpack-whatsapp)
 * [  Telegram ](https://koranlombok.com/2026/08/10/antisipasi-defisit-pemprov-ntb-susun-apbd-p-lebih-realistis/?share=telegram)
 * [Lagi](https://koranlombok.com/2026/08/10/antisipasi-defisit-pemprov-ntb-susun-apbd-p-lebih-realistis/#)

 * [  Cetak ](https://koranlombok.com/2026/08/10/antisipasi-defisit-pemprov-ntb-susun-apbd-p-lebih-realistis/#print?share=print)
 * [  Surat elektronik ](https://koranlombok.com/2026/08/10/antisipasi-defisit-pemprov-ntb-susun-apbd-p-lebih-realistis/?subject=%5BTulisan%20%5D%20Antisipasi%20Defisit%2C%20Pemprov%20NTB%20Susun%20APBD-P%20Lebih%20Realistis&body=https%3A%2F%2Fkoranlombok.com%2F2026%2F08%2F10%2Fantisipasi-defisit-pemprov-ntb-susun-apbd-p-lebih-realistis%2F&share=email)

### _Info Lainnya_
