# NTB Percepat Revisi Tata Ruang, Perkuat Mitigasi Bencana dan Investasi

- Link: https://koranlombok.com/2026/07/24/ntb-percepat-revisi-tata-ruang-perkuat-mitigasi-bencana-dan-investasi/
- Published: 2026-07-24T18:56:00+08:00
- Author: NewsRoom

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat revisi Rencana
Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan mengintegrasikan kajian risiko bencana sebagai 
fondasi pembangunan yang lebih amanmemperkuat ketahanan pangansekaligus memberikan
kepastian bagi investasi. 

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur NTBH. Lalu Muhamad Iqbaldalam Rapat Koordinasi
Kekeringan dan Integrasi Kajian Risiko Bencana (KRB) ke dalam Dokumen Perencanaan
Pembangunan Daerah yang dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Letjen TNI SuharyantoDirektur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Suyus Windayanapara
bupati dan wali kota se-NTBserta jajaran kementerian dan lembaga terkait di Astoria
Hotel Mataram (24/7).

Gubernur Miq Iqbal mengatakan revisi RTRW menjadi langkah strategis untuk menyelesaikan
berbagai persoalan yang selama ini menghambat pembangunan daerahterutama dalam memberikan
kepastian hukum bagi investasi tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat dan
keberlanjutan lingkungan.

“NTB memiliki kekayaan alam yang luar biasatetapi pada saat yang sama juga menghadapi
berbagai potensi bencana. Karena itupembangunan harus berjalan beriringan dengan
upaya mitigasi yang terencana dan berkelanjutan,” ujar Miq Iqbal.

Ia mengungkapkanhingga saat ini masih terdapat ratusan rencana investasi di NTB 
yang belum dapat diproses melalui sistem Online Single Submission (OSS) akibat belum
selesainya penyesuaian dokumen tata ruang. Kondisi tersebut berdampak pada tertundanya
berbagai investasi di sektor perumahaninfrastrukturpariwisatahingga pengembangan
kawasan ekonomi.

Karena ituPemerintah Provinsi NTB bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membangun kesepahaman baru dalam penyelesaian revisi
RTRW melalui pendekatan yang lebih fleksibel tanpa mengurangi komitmen menjaga ketahanan
pangan.

Menurut Miq Iqbal apabila sebelumnya target perlindungan lahan sawah dipenuhi oleh
masing-masing kabupaten dan kotakini pengukurannya dilakukan pada tingkat provinsi
sehingga memungkinkan adanya mekanisme subsidi silang antarwilayah.

“Alhamdulillahmelalui komitmen seluruh kepala daerahNTB berhasil mencapai angka 
perlindungan lahan sawah sebesar 87,04 persen. Kesepakatan ini menjadi landasan 
penting untuk mempercepat penyelesaian persoalan tata ruang sehingga investasi yang
selama ini tertunda dapat segera berjalan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang samaseluruh pemerintah kabupaten dan kota di NTB menandatangani
komitmen percepatan revisi RTRW dengan mengintegrasikan Kajian Risiko Bencana (KRB)
dan perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) ke dalam dokumen tata
ruang. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang
tangguh terhadap bencana sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya pangan.

Sementara ituKepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengingatkan bahwa Indonesia merupakan
salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia sehingga mitigasi
harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses pembangunan.

Memasuki musim kemaraukata Suharyantoperhatian pemerintah saat ini difokuskan pada
ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan. Berdasarkan analisis BNPB dan
BMKGsebagian wilayah NTB memiliki tingkat kerawanan kekeringan yang cukup tinggi
sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.

“Mitigasi jauh lebih murah dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan setelah bencana
terjadi. Karena itukesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana datang,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah daerahBNPB akan terus memperkuat kapasitas
penanggulangan bencana melalui penyediaan kendaraan operasionalpompa airsumur bortangki
airlogistik kebencanaanhingga dukungan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana
sesuai kebutuhan daerah.

Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPNSuyus Windayanamenegaskan bahwa 
tata ruang bukan sekadar instrumen perizinantetapi menjadi fondasi utama dalam mengatur
arah pembangunanmelindungi kawasan pertanianmengendalikan pemanfaatan ruangdan mengurangi
risiko bencana.

MenurutnyaKementerian ATR/BPN pada tahun 2026 mengalokasikan penyusunan enam dokumen
Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Provinsi NTB sebagai bagian dari percepatan 
pengendalian pemanfaatan ruang sekaligus mendukung pelayanan perizinan yang lebih
cepat dan memberikan kepastian bagi investor.

Dalam penyusunan RTRW tersebutdata kebencanaan dari BNPB akan diintegrasikan dengan
data geospasial untuk menentukan kawasan rawan bencanajalur evakuasilokasi evakuasi
sementaraserta kawasan yang harus dilindungi dari pemanfaatan berisiko tinggi.

Percepatan revisi RTRW yang mengintegrasikan kajian risiko bencana menjadi langkah
strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam menyelaraskan kepentingan pembangunanperlindungan
lingkungandan ketahanan pangan. Dengan kepastian tata ruang yang lebih adaptif dan
berbasis mitigasi bencanaNTB diharapkan mampu menghadirkan iklim investasi yang 
semakin kondusifmempercepat pertumbuhan ekonomiserta membangun daerah yang lebih
tangguhamandan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (*)

Ket. Foto: 

Gubernur NTBH. Lalu Muhamad Iqbalmemberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Kekeringan
dan Integrasi Kajian Risiko Bencana (KRB) ke dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan
Daerah. (Ist)

### Bagikan ini:

 * [  Facebook ](https://koranlombok.com/2026/07/24/ntb-percepat-revisi-tata-ruang-perkuat-mitigasi-bencana-dan-investasi/?share=facebook)
 * [  X ](https://koranlombok.com/2026/07/24/ntb-percepat-revisi-tata-ruang-perkuat-mitigasi-bencana-dan-investasi/?share=x)
 * [  WhatsApp ](https://koranlombok.com/2026/07/24/ntb-percepat-revisi-tata-ruang-perkuat-mitigasi-bencana-dan-investasi/?share=jetpack-whatsapp)
 * [  Telegram ](https://koranlombok.com/2026/07/24/ntb-percepat-revisi-tata-ruang-perkuat-mitigasi-bencana-dan-investasi/?share=telegram)
 * [Lagi](https://koranlombok.com/2026/07/24/ntb-percepat-revisi-tata-ruang-perkuat-mitigasi-bencana-dan-investasi/#)

 * [  Cetak ](https://koranlombok.com/2026/07/24/ntb-percepat-revisi-tata-ruang-perkuat-mitigasi-bencana-dan-investasi/#print?share=print)
 * [  Surat elektronik ](https://koranlombok.com/2026/07/24/ntb-percepat-revisi-tata-ruang-perkuat-mitigasi-bencana-dan-investasi/?subject=%5BTulisan%20%5D%20NTB%20Percepat%20Revisi%20Tata%20Ruang%2C%20Perkuat%20Mitigasi%20Bencana%20dan%20Investasi&body=https%3A%2F%2Fkoranlombok.com%2F2026%2F07%2F24%2Fntb-percepat-revisi-tata-ruang-perkuat-mitigasi-bencana-dan-investasi%2F&share=email)

### _Info Lainnya_
