# NTB Percepat Penurunan Stunting Melalui Kolaborasi

- Link: https://koranlombok.com/2026/07/02/ntb-percepat-penurunan-stunting-melalui-kolaborasi/
- Published: 2026-07-02T16:03:19+08:00
- Author: NewsRoom

Lombok Timur – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi meluncurkan
Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi NTB (PP3S)
yang dirangkaikan dengan Pasar RakyatKamis (2/7)di Kantor Desa Lendang Nangka UtaraKecamatan
MasbagikKabupaten Lombok Timur.

Peluncuran tersebut dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) NTB Indah Dhamayanti PutriWakil
Bupati (Wabup) Lombok Timur Mohammad Edwin HadiwijayaKetua Tim Penggerak PKK Provinsi
NTB Sinta M. Iqbaljajaran perangkat daerah provinsi dan kabupatenpemerintah kecamatan
dan desakader PosyanduTim Penggerak PKKserta berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam mempercepat penurunan
stunting melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh organisasi perangkat
daerah (OPD)pemerintah desatenaga kesehatankaderhingga keluarga sebagai garda terdepan
pencegahan stunting.

Dalam sambutannyaWagub Dindamenegaskan bahwa tantangan yang dihadapi Kabupaten Lombok
Timur tidak terlepas dari besarnya jumlah penduduk yang mencapai lebih dari satu
juta jiwa. Kondisi tersebut menjadikan persoalan kemiskinan dan stunting membutuhkan
perhatian yang lebih serius.

Menurutnyakeberhasilan menurunkan angka stunting tidak hanya bergantung pada intervensi
pemerintahtetapi juga ditentukan oleh kepedulian keluarga dan masyarakat.

“Kita hadir hari ini bukan sekadar meluncurkan sebuah programtetapi untuk membangun
kepedulian bersama. Penurunan stunting tidak cukup hanya menjadi tanggung jawab 
pemerintahmelainkan harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama dalam
membentuk generasi yang sehat,” ujar Wagub Dinda.

Wagub Dinda juga menekankan pentingnya upaya pencegahan sejak sebelum pernikahan
melalui edukasi kesehatan reproduksikesiapan calon orang tuapemenuhan status gizi
calon ibuhingga penguatan pola pengasuhan di lingkungan keluarga.

Selain ituPemerintah Provinsi NTB terus mengembangkan Program Desa Berdaya sebagai
salah satu instrumen pengentasan kemiskinan yang berjalan beriringan dengan percepatan
penurunan stunting.

Ia berharap Desa Lendang Nangka Utara menjadi contoh lahirnya semangat kolaborasi
yang mampu menginspirasi desa-desa lain di seluruh NTB.

Pada kesempatan tersebutWagub Dinda juga mendorong pemerintah desa untuk mengembangkan
potensi ekonomi lokaltermasuk komoditas unggulan nanas agar memiliki nilai tambah
melalui inovasi produk olahan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTBSinta M. Iqbal menjelaskan bahwa Program PP3S
dibangun melalui proses panjang dengan mengedepankan pendekatan intervensi serentak
dan terintegrasi.

Menurutnyapengalaman pendampingan di berbagai desa menunjukkan bahwa penyebab stunting
sangat beragam dan tidak selalu berasal dari persoalan kesehatan.

“Di lapangan kami menemukan persoalan pola asuhkebiasaan konsumsi makanan instansanitasihingga
pola pengasuhan keluarga menjadi faktor yang sangat menentukan. Karena itusolusi
yang diberikan juga harus sesuai dengan kondisi setiap keluarga,” ujarnya.

TP PKK Provinsi NTB juga telah memulai program percontohan melalui pendampingan 
keluarga berisiko stunting yang melibatkan PKKpemerintah daerahtenaga kesehatankader
Posyandupemerintah desaserta berbagai mitra pembangunan.

Selain ituTP PKK mengajak seluruh desa untuk mengaktifkan kembali forum pertemuan
rutin ibu-ibu dan kader Posyandu sebagai ruang berbagi pengalaman mengenai pengasuhanpemenuhan
gizidan kesehatan keluarga. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak serta penerapan
rumah bebas asap rokok juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.

Sementara ituWabup Lotim Mohammad Edwin Hadiwijaya menyampaikan bahwa tantangan 
terbesar percepatan penurunan stunting adalah memastikan seluruh kebijakan dibangun
di atas data yang valid dan terintegrasi.

MenurutnyaPemerintah Kabupaten Lombok Timur saat ini terus memperbaiki kualitas 
pendataan dengan mengintegrasikan data dari berbagai sektor agar intervensi dapat
dilakukan secara lebih tepat sasaran.

“Langkah pertama yang harus kita kawal bersama adalah data yang akurat. Dengan data
yang benarintervensi kepada calon pengantinibu hamilibu menyusuibayi hingga balita
dapat dilakukan secara tepat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Lombok Timur telah menjadi salah satu dari lima kabupaten/kota
di Indonesia yang memperoleh pendampingan dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian
Kesehatan dalam penguatan sistem data percepatan penurunan stunting.

Selain pembenahan dataPemerintah Kabupaten Lombok Timur juga terus memperkuat kolaborasi
lintas sektor. Penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatantetapi
juga berkaitan erat dengan kemiskinanpendidikansanitasiketahanan panganhingga pemberdayaan
ekonomi masyarakat.

Saat iniLombok Timur juga telah memiliki 263 dapur penyedia Program Makan Bergizi
Gratis (MBG) yang selain mendukung pemenuhan gizi masyarakat juga membuka ribuan
lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Sementara ituKepala Desa Lendang Nangka Utara Lalu Wiranata menyampaikan bahwa desa
yang dipimpinnya memiliki 15 pekadusan dengan jumlah penduduk lebih dari 11 ribu
jiwa dan luas wilayah hampir 900 hektare yang didominasi lahan pertanian nanas.

Ia mengungkapkan bahwa desa tersebut masih menghadapi tantangan tingginya angka 
kemiskinan dengan sekitar 1.200 kepala keluarga miskin. Namun melalui Program Desa
Berdayasekitar 200 kepala keluarga telah menerima manfaat secara langsung.

Selain ituDesa Lendang Nangka Utara juga memperoleh Program PAMSIMAS untuk penyediaan
air bersih dan dalam waktu dekat akan menerima dukungan anggaran sebesar Rp500 juta
guna pembangunan rumah dan fasilitas pendukung desa.

Pemerintah Desa berharap berbagai program kolaboratif yang dilaksanakan pemerintah
provinsi dan kabupaten mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus
menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.

Melalui peluncuran PP3S iniPemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten 
Lombok Timur menegaskan komitmen memperkuat sinergi lintas sektormemperbaiki kualitas
datameningkatkan pemberdayaan masyarakatserta membangun kepedulian keluarga sebagai
pondasi utama dalam mewujudkan generasi NTB yang sehatcerdasungguldan berdaya saing
menuju Indonesia Emas 2045.  (F*)

Ket. Foto:

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri bersama Ketua TP-PKK NTB Shinta M. Iqbal
menghadiri kegiatan Launching Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan
Stunting Tahun 2026. (Ist)

### Bagikan ini:

 * [  Facebook ](https://koranlombok.com/2026/07/02/ntb-percepat-penurunan-stunting-melalui-kolaborasi/?share=facebook)
 * [  X ](https://koranlombok.com/2026/07/02/ntb-percepat-penurunan-stunting-melalui-kolaborasi/?share=x)
 * [  WhatsApp ](https://koranlombok.com/2026/07/02/ntb-percepat-penurunan-stunting-melalui-kolaborasi/?share=jetpack-whatsapp)
 * [  Telegram ](https://koranlombok.com/2026/07/02/ntb-percepat-penurunan-stunting-melalui-kolaborasi/?share=telegram)
 * [Lagi](https://koranlombok.com/2026/07/02/ntb-percepat-penurunan-stunting-melalui-kolaborasi/#)

 * [  Cetak ](https://koranlombok.com/2026/07/02/ntb-percepat-penurunan-stunting-melalui-kolaborasi/#print?share=print)
 * [  Surat elektronik ](https://koranlombok.com/2026/07/02/ntb-percepat-penurunan-stunting-melalui-kolaborasi/?subject=%5BTulisan%20%5D%20NTB%20Percepat%20Penurunan%20Stunting%20Melalui%20Kolaborasi&body=https%3A%2F%2Fkoranlombok.com%2F2026%2F07%2F02%2Fntb-percepat-penurunan-stunting-melalui-kolaborasi%2F&share=email)

### _Info Lainnya_
