# Paripurna DPRD NTB Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, Gubernur Iqbal Tegaskan Tata Kelola Berbasis Kinerja

- Link: https://koranlombok.com/2026/06/22/paripurna-dprd-ntb-bahas-pertanggungjawaban-apbd-2025-gubernur-iqbal-tegaskan-tata-kelola-berbasis-kinerja/
- Published: 2026-06-22T19:21:22+08:00
- Author: NewsRoom

Mataram – DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Paripurna dengan
agenda penyampaian penjelasan Gubernur terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)
tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025Senin (22/6/2026).

Ketua DPRD Provinsi NTBBaiq Isvie Rupaedayang memimpin jalannya paripurna menegaskan
pentingnya perubahan paradigma dalam tata kelola pemerintahan daerah agar pembangunan
tidak lagi sekadar diukur dari serapan anggaran dan ketebalan laporan administratifmelainkan
dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Baiq Isvie mengatakanrapat paripurna bukan sekadar forum formal antara eksekutif
dan legislatiftetapi ruang pertanggungjawaban moralevaluasi peradabansekaligus refleksi
atas sejauh mana amanah rakyat telah ditunaikan melalui kebijakanprogramdan penganggaran
daerah.

“APBD bukan hanya kumpulan angka. Di dalamnya ada kerja keras rakyatharapan petaninelayangurutenaga
kesehatanhingga generasi muda NTB yang menunggu ruang tumbuhruang berkaryadan masa
depan yang lebih baik,” kata Baiq Isvie.

Baiq Isvie menekankan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah tidak cukup hanya dilihat
dari besarnya anggaran yang terseraptetapi sejauh mana anggaran tersebut mampu menghadirkan
perubahan yang benar-benar dirasakan rakyat. Pembangunan dinilai bermakna ketika
layanan publik semakin mudahusaha masyarakat berkembangpendidikan membaikkesehatan
semakin terjangkaudan kesejahteraan meningkat.

Baiq Isvie juga menyampaikan apresiasi atas ikhtiar Pemerintah Provinsi NTB dalam
mengelola pemerintahan sepanjang Tahun Anggaran 2025. Namun demikianDPRD menilai
tantangan pembangunan ke depan semakin kompleksmulai dari ketidakpastian ekonomi
globaldisrupsi teknologiperubahan sosial yang cepatkesenjangan kualitas sumber daya
manusiahingga meningkatnya ekspektasi publik terhadap kualitas layanan pemerintah.

Karena ituDPRD menilai NTB membutuhkan mindset switching dalam tata kelola pembangunan.
Paradigma lama yang hanya berorientasi pada serapan anggarankepatuhan proseduraldan
laporan administratif dinilai sudah tidak lagi memadai. Pemerintahan ke depan harus
bergerak dari sekadar government spending menuju public value creationdari administrative
management menuju strategic impact leadershipserta dari pola kerja business as usual
menuju budaya entrepreneurial excellence.

Konsep itu disebut DPRD sebagai Entrepreneurial Mindset Excellence Mainstreamingyakni
cara berpikir birokrasi yang lebih adaptifcepat membaca perubahanberani mengambil
keputusanmampu menciptakan solusidan kuat dalam orientasi hasil. Menurut DPRDpola
pikir ini tidak berarti semua aparatur harus menjadi pebisnismelainkan menumbuhkan
mentalitas kepemimpinan yang inovatifproblem solvingdan memiliki rasa kepemilikan
yang kuat terhadap penyelesaian persoalan publik.

“Birokrasi masa depan tidak cukup hanya bekerja berdasarkan SOP. Birokrasi harus
adaptifagileinovatifdan memiliki ownership mindset yang kuat. Aparatur tidak boleh
hanya bertanya ‘apa tugas saya’tetapi harus berpikir ‘apa solusi terbaik untuk rakyat’,”
tegas Baiq Isvie.

Baiq Isvie juga menekankan perlunya pejabat publik yang tidak hanya sibuk mengelola
programtetapi mampu melahirkan dampak. Pembangunanmenurut DPRDtidak cukup berhenti
pada outputtetapi harus bergerak ke outcome hingga impact. Untuk itucritical thinking
dinilai harus menjadi arus utama pembangunan NTB ke depan.

Lebih lanjutBaiq Isvie menegaskan bahwa pembangunan yang berhasil bukanlah pembangunan
yang hanya tumbuh dalam laporan statistikmelainkan pembangunan yang hidup dalam 
pengalaman sehari-hari masyarakat. Ketika rakyat merasakan pelayanan semakin mudahpendidikan
semakin baikkesehatan semakin terjangkaudan peluang ekonomi semakin terbukamaka 
di situlah pembangunan menemukan maknanya.

Baiq Isvie juga menekankan pentingnya kemitraan yang sehat antara eksekutif dan 
legislatif. Kedua lembaga disebut sebagai dua pilar penting tata kelola daerah yang
tidak hadir untuk saling berhadapanmelainkan saling menguatkan dan menyempurnakan.
DPRD menegaskan akan terus menjalankan fungsi legislasipenganggarandan pengawasan
secara objektifkritisnamun tetap konstruktif demi memastikan kebijakan daerah benar-
benar berpihak kepada rakyat.

Menutup pandangannyaDPRD menyatakan bahwa NTB adalah daerah yang kaya potensikaya
sumber dayakaya semangatdan kaya masa depan. Karena ituyang dibutuhkan saat ini 
adalah keberanian untuk berpikir besarbekerja cerdasbergerak cepatdan mengeksekusi
program pembangunan dengan excellence.

“Jika keberanian itu dimiliki bersamamaka NTB tidak hanya akan tumbuhtetapi melompat,”
tutup Baiq Isvie. 

Dalam rapat tersebut Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmen pemerintah
daerah untuk mengubah orientasi tata kelola pemerintahan dari sekadar mengejar tertib
administrasi menuju pemerintahan yang berfokus pada kinerjasubstansi programdan 
dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannyaGubernur Iqbal menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh
anggota DPRD Provinsi NTB atas berbagai masukanpemikiranserta kritik konstruktif
yang diberikan selama proses penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menurutnyasinergi
antara eksekutif dan legislatif menjadi modal penting dalam memperkuat upaya pembenahan
dan peningkatan kualitas pelayanan publik di NTB.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota dewan yang secara
rutin memberikan masukanpemikiranbaik secara resmi maupun dalam komunikasi sehari-
hari. Banyak hal baru yang menjadi tantangan bagi kamidan itu semua akan memperkuat
upaya-upaya kami ke depan,” ujar Gubernur Iqbal.

Gubernur Iqbal mengakui bahwa hingga saat ini birokrasi pemerintahan masih cenderung
terlalu fokus pada aspek administratifsementara substansi pelayanan publik sering
kali belum menjadi orientasi utama. Padahalmenurutnyaadministrasi seharusnya menjadi
alat untuk melayani substansibukan justru menghambat tujuan pembangunan.

“Selama ini birokrasi kita masih terlalu fokus pada administrasibelum sepenuhnya
pada substansi. Kadang-kadang substansi harus kalahtujuan harus kalahkarena alasan
administratif. Padahal seharusnya administrasilah yang melayani substansibukan sebaliknya,”
tegasnya.

Karena ituGubernur Iqbal menilai pemerintahan ke depan harus lebih lincahadaptifdan
memiliki agility dalam merespons perubahan yang sangat cepat. Ia menegaskanpemerintah
tidak bisa lagi hanya bekerja dengan pola lama yang terlalu kaku dan prosedural.

“Perubahan terjadi sangat cepat. Kalau kita hanya fokus pada administrasikita tidak
akan pernah mampu menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi. Kita membutuhkan
pemerintahan yang agilepemerintahan yang lincahadaptifdan mampu bergerak cepat,”
katanya.

Gubernur Iqbal juga memperkenalkan pendekatan coherent governmentyaitu pemerintahan
yang dijalankan secara terintegrasiefektifdan berorientasi pada pelayanan. Menurutnyapemerintah
harus bekerja layaknya organisasi modern yang menempatkan masyarakat sebagai pihak
utama yang harus dilayani.

“Pemerintahan ini harus dijalankan dengan orientasi pelayanan. Kita harus sadar 
siapa yang kita layanisiapa customer kitadan kepada siapa seluruh kerja-kerja pemerintah
ini ditujukan. Jawabannya adalah rakyat. Karena itufokus utama kita haruslah pelayanan
kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebutGubernur Iqbal juga menegaskan bahwa keterbatasan fiskal
daerah menuntut pemerintah untuk melakukan refocusing program dan anggaran. Karena
itupemerintah provinsi bersama DPRD diharapkan dapat menyelaraskan perencanaan dan
penganggaran agar lebih terfokus pada agenda-agenda prioritas.

Ia menyebutkan bahwa arah kebijakan pembangunan NTB ke depan akan difokuskan pada
tiga pilar utamayakni penanganan kemiskinanketahanan pangandan pariwisata. Ketiga
sektor inikata Gubernur Iqbalakan menjadi penggerak utama pembangunan daerahsementara
sektor-sektor lainnya harus dirancang untuk menopang dan memperkuat pencapaian tiga
prioritas tersebut.

“Kita butuh refocusing. Karena itu kami mendorong agar kamus program dan menu kegiatan
segera dituntaskansehingga pembahasan bersama DPRD menjadi lebih mudah dan semua
program yang dirancang bisa selaras dengan visi pemerintahan. Pada akhirnyakita 
ingin seluruh anggaran mengerucut pada tiga pilar utamayaitu penanganan kemiskinanketahanan
pangandan pariwisata,” jelasnya.

Ia menggambarkan ketiga sektor prioritas itu sebagai formasi utama dalam pembangunan
daerahsementara sektor lainnya berfungsi sebagai pendukung untuk memastikan tujuan
pembangunan tercapai secara bersama-sama.

Menurut Gubernur Iqbalkejelasan fokus program dan anggaran juga penting agar masyarakat
dapat dengan mudah membaca arah kebijakan pemerintah. Ia ingin peta anggaran daerah
benar-benar mencerminkan prioritas pembangunan yang telah disepakati bersama antara
eksekutif dan legislatif.

“Kita perlu menjelaskan arah program dan arah anggaran secara lebih terangsupaya
masyarakat bisa melihat dengan mudah bahwa anggaran kita benar-benar fokus pada 
hal-hal yang menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Dalam penjelasannya terhadap Raperda pertanggungjawaban APBD 2025Gubernur Iqbal 
juga menyoroti capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih 
Pemerintah Provinsi NTB. Menurutnyakeberhasilan mempertahankan opini WTP patut disyukurinamun
tidak boleh membuat pemerintah merasa puas berlebihan.

Ia menegaskan bahwa opini WTP pada dasarnya menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan
daerah telah memenuhi ketentuan secara administratif dan akuntansi. Namun demikianWTP
belum otomatis menggambarkan kualitas kinerja maupun dampak substansial pembangunan
terhadap masyarakat.

“Saya ingin menggarisbawahi bahwa ini jangan sampai membuat kita bangga berlebihan
dan puas berlebihan. WTP itu baru menunjukkan bahwa kita benar secara administratif.
Sementara pertanyaan apakah kita sudah benar secara substansiapakah kinerja kita
sudah benar-benar berdampakitu adalah soal lain yang tidak sepenuhnya dijelaskan
oleh WTP,” tegas Gubernur.

Karena itupemerintah daerah ke depan ingin memastikan bahwa tata kelola keuangan
tidak hanya baik dari sisi administrasitetapi juga kuat dari sisi kinerja dan manfaatnya
bagi masyarakat.

“Harapan kita ke depan bukan hanya WTPtetapi juga bagaimana kinerja kita bagussubstansinya
bagusdan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Gubernur Iqbal secara terbuka mengakui bahwa birokrasi di lingkungan Pemerintah 
Provinsi NTB saat ini masih belum cukup lincah dalam menghadapi perubahan. Menurutnyabudaya
kerja birokrasi selama ini masih terlalu terbiasa dengan rutinitas administrasisementara
orientasi terhadap tujuan pembangunan jangka panjang belum sepenuhnya tertanam.

“Saya harus mengakui bahwa hingga saat ini birokrasi di lingkungan pemerintah provinsi
masih belum memiliki agilitybelum cukup luwesbelum cukup agile. Karena yang terlalu
lama dipelajari adalah administrasibukan substansi pembangunan. Ini yang sedang 
kami benahi,” katanya.

Ia pun meminta dukungan dari DPRD NTB agar proses pembenahan birokrasi dan reformasi
tata kelola pemerintahan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Menurutnyaperubahan
tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh eksekutif tanpa dukungan legislatif.

“Kami sedang berubahkami sedang berbenah. Karena itu kami mohon bantuan dan dukungan
dari Bapak-Ibu sekalian di DPRD. Pembenahan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan
dan peran dari legislatif,” ujar Iqbal.

Ia menambahkansemangat pembenahan tersebut harus menjadi gerakan bersama antara 
eksekutif dan legislatifkarena pemerintahan pada hakikatnya dijalankan oleh keduanya
secara bersamaan.

“Pemerintahan hari ini bukan hanya eksekutiftetapi eksekutif dan legislatif. Kalau
kita berdua berbenah bersamainsyaallah tiga pilar program yang kita cita-citakan
akan bisa terwujud,” tegas gubernur.

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda bersama Wakil
Ketua H. Lalu WirajayaH. Yel Agi dan H. Muzihir itu dihadiri langsung oleh Gubernur
NTB H. Lalu Muhamad IqbalAnggota DPRD NTBPimpinan OPD Pemprov NTB dan Forkopimda
NTB. (F*)

Ket. Foto: 

Pimpinan DPRD NTB bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam kegiatan rapat Paripurna
DPRD NTB. (Ist) 

### Bagikan ini:

 * [  Facebook ](https://koranlombok.com/2026/06/22/paripurna-dprd-ntb-bahas-pertanggungjawaban-apbd-2025-gubernur-iqbal-tegaskan-tata-kelola-berbasis-kinerja/?share=facebook)
 * [  X ](https://koranlombok.com/2026/06/22/paripurna-dprd-ntb-bahas-pertanggungjawaban-apbd-2025-gubernur-iqbal-tegaskan-tata-kelola-berbasis-kinerja/?share=x)
 * [  WhatsApp ](https://koranlombok.com/2026/06/22/paripurna-dprd-ntb-bahas-pertanggungjawaban-apbd-2025-gubernur-iqbal-tegaskan-tata-kelola-berbasis-kinerja/?share=jetpack-whatsapp)
 * [  Telegram ](https://koranlombok.com/2026/06/22/paripurna-dprd-ntb-bahas-pertanggungjawaban-apbd-2025-gubernur-iqbal-tegaskan-tata-kelola-berbasis-kinerja/?share=telegram)
 * [Lagi](https://koranlombok.com/2026/06/22/paripurna-dprd-ntb-bahas-pertanggungjawaban-apbd-2025-gubernur-iqbal-tegaskan-tata-kelola-berbasis-kinerja/#)

 * [  Cetak ](https://koranlombok.com/2026/06/22/paripurna-dprd-ntb-bahas-pertanggungjawaban-apbd-2025-gubernur-iqbal-tegaskan-tata-kelola-berbasis-kinerja/#print?share=print)
 * [  Surat elektronik ](https://koranlombok.com/2026/06/22/paripurna-dprd-ntb-bahas-pertanggungjawaban-apbd-2025-gubernur-iqbal-tegaskan-tata-kelola-berbasis-kinerja/?subject=%5BTulisan%20%5D%20Paripurna%20DPRD%20NTB%20Bahas%20Pertanggungjawaban%20APBD%202025%2C%20Gubernur%20Iqbal%20Tegaskan%20Tata%20Kelola%20Berbasis%20Kinerja&body=https%3A%2F%2Fkoranlombok.com%2F2026%2F06%2F22%2Fparipurna-dprd-ntb-bahas-pertanggungjawaban-apbd-2025-gubernur-iqbal-tegaskan-tata-kelola-berbasis-kinerja%2F&share=email)

### _Info Lainnya_
