# Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman

- Link: https://koranlombok.com/2026/03/03/bencana-alam-datang-tanpa-permisi-sertipikat-elektronik-jadi-pilihan-karena-beri-rasa-aman/
- Published: 2026-03-03T15:04:47+08:00
- Author: NewsRoom

Aceh – Bencana alam yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi menanamkan kekhawatiran
di benak masyarakat. Bencana bisa menimbulkan kerusakan pada aksesfasilitashingga
rumah beserta aset yang berada di dalamnyatermasuk sertipikat tanah. 

Dampak itulah yang juga menimpa Helmi Ismailnazir tanah wakaf Yayasan Pendidikan
di Desa BundarKecamatan Karang BaruKabupaten Aceh Tamiang. Bencana hidrometeorologi
yang terjadi di Aceh pada November 2025 lalu ikut menghanyutkan sertipikat tanah
milik yayasannya. 

Sadar akan nilai yang dimiliki sertipikat tersebut mendorong Helmi Ismail untuk 
segera bertindak. Dua minggu setelah banjir mulai surutia berkomunikasi dengan Kantor
Pertanahan (Kantah) Kabupaten Aceh Tamiang untuk mengajukan permohonan penggantian
sertipikat yang hilang. Meski proses penggantian sertipikat dilakukan di posko sementara
karena Kantah juga terdampak banjiria tak menyangka dalam waktu kurang dari sepekan
sertipikat pengganti yayasannya sudah bisa dimiliki kembali.

“Alhamdulillah sangat responsif. Kurang dari seminggu sertipikat baru sudah terbit.
Kami sangat bersyukur atas respons cepat dari Kantah di Aceh Tamiang,” ujar Helmi
Ismail.

Peristiwa tersebut menjadi titik balik bagi Helmi. Ia menyadari di tengah risiko
bencana yang terus mengintaiperlindungan dokumen fisik saja tidak lagi cukup. Sertipikat
dalam bentuk elektronik yang dicanangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pun ia pandang sebagai solusi yang relevan dan mendesak.

Sertipikat pengganti yang diterbitkan kali ini sudah diperbaharui menjadi Sertipikat
Elektronik. Digitalisasi itu Helmi Ismail pahami bukan sekadar perubahan bentukmelainkan
perubahan cara pandang terhadap keamanan aset. 

“Digitalisasi ini sangat kami sambut baik. Praktismudahdan dokumentasinya lebih 
aman. Kalau terjadi kehilangansalinannya bisa disimpan secara digitalmisalnya di
Google Drive. Bisa dicek lewat aplikasi juga. Jadi tidak perlu khawatir lagi dengan
dokumen fisik,” tuturnya.

Pengalaman serupa juga dialami Nazarudinwarga Kota Langsa. Banjir setinggi satu 
meter yang merendam rumahnya juga merusak berbagai dokumen pentingtermasuk sertipikat
tanah tempat tinggalnya. Beruntungmelalui pengajuan sertipikat pengganti yang kini
berbentuk elektroniklegalitas tanahnya dapat diverifikasi dengan cepat dan aman.

“Kalau kita lihat bentuknyaini lebih praktis. Informasinya lebih mudah diaksesdan
saat terjadi bencana seperti banjirkami tidak perlu khawatir lagi,” kata Nazarudin.

Di wilayah Aceh yang kerap dilanda banjiralih media dari sertipikat analog ke Sertipikat
Elektronik menjadi langkah preventif yang rasional. Legalitas tetap terjamin sekaligus
risiko kehilangan akibat bencana dapat ditekan secara signifikan. Kepala Kantah 
Kota LangsaDedi Rahmat Sukarya lantas mengimbau masyarakat untuk segera mengalih
mediakan sertipikat tanah mereka yang masih belum berbentuk elektronik.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat Kota Langsa untuk segera melaporbaik ke Kantah
maupun ke kepala gampong (desa)untuk mengalih mediakan seluruh sertipikat tanah 
menjadi Sertipikat Elektronik. Ini agar dokumen lebih amanlebih mudah diaksesdan
lebih terjaga,” ucap Dedi Rahmat Sukarya.

Kisah Helmi Ismail dan Nazarudin menjadi pengingat di tengah risiko bencana yang
bisa terjadi tak terprediksiperlindungan aset tidak lagi cukup hanya dengan menyimpan
tersembunyi di rumah. Era modern menawarkan tambahan keamanan dengan data pertanahan
yang tersimpan secara digital di sistem _online_ Kementerian ATR/BPN. Transformasi
ke Sertipikat Elektronik bukan sekadar inovasi administratifmelainkan bentuk adaptasi
terhadap realitas zamanmenjaga hak atas tanah agar tetap amanmeski bencana terkadang
datang tanpa permisi. (*)

Ket. Foto: Helmi Ismailnazir tanah wakaf Yayasan Pendidikan di Desa BundarKecamatan
Karang BaruKabupaten Aceh Tamiang. (Ist)

Sumber : Biro Humas dan Protoko Kementerian ATR/BPN

### Bagikan ini:

 * [  Facebook ](https://koranlombok.com/2026/03/03/bencana-alam-datang-tanpa-permisi-sertipikat-elektronik-jadi-pilihan-karena-beri-rasa-aman/?share=facebook)
 * [  X ](https://koranlombok.com/2026/03/03/bencana-alam-datang-tanpa-permisi-sertipikat-elektronik-jadi-pilihan-karena-beri-rasa-aman/?share=x)
 * [  WhatsApp ](https://koranlombok.com/2026/03/03/bencana-alam-datang-tanpa-permisi-sertipikat-elektronik-jadi-pilihan-karena-beri-rasa-aman/?share=jetpack-whatsapp)
 * [  Telegram ](https://koranlombok.com/2026/03/03/bencana-alam-datang-tanpa-permisi-sertipikat-elektronik-jadi-pilihan-karena-beri-rasa-aman/?share=telegram)
 * [Lagi](https://koranlombok.com/2026/03/03/bencana-alam-datang-tanpa-permisi-sertipikat-elektronik-jadi-pilihan-karena-beri-rasa-aman/#)

 * [  Cetak ](https://koranlombok.com/2026/03/03/bencana-alam-datang-tanpa-permisi-sertipikat-elektronik-jadi-pilihan-karena-beri-rasa-aman/#print?share=print)
 * [  Surat elektronik ](https://koranlombok.com/2026/03/03/bencana-alam-datang-tanpa-permisi-sertipikat-elektronik-jadi-pilihan-karena-beri-rasa-aman/?subject=%5BTulisan%20%5D%20Bencana%20Alam%20Datang%20Tanpa%20Permisi%2C%20Sertipikat%20Elektronik%20Jadi%20Pilihan%20karena%20Beri%20Rasa%20Aman&body=https%3A%2F%2Fkoranlombok.com%2F2026%2F03%2F03%2Fbencana-alam-datang-tanpa-permisi-sertipikat-elektronik-jadi-pilihan-karena-beri-rasa-aman%2F&share=email)

### _Info Lainnya_
