# Ketahanan Pangan NTB Berpacu dari Produksi, Stok hingga Konsumsi

- Link: https://koranlombok.com/2026/02/24/ketahanan-pangan-ntb-berpacu-dari-produksi-stok-hingga-konsumsi/
- Published: 2026-02-24T16:48:00+08:00
- Author: NewsRoom

Mataram – Ketahanan pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang 2025 berada
pada level aman. Capaian tersebut ditopang kinerja sektor pertanianperikanandan 
peternakan yang menunjukkan tren positifbaik dari sisi produksi maupun ketersediaan
stok pangan bagi masyarakat.

Memasuki awal 2026tantangan yang dihadapi tidak hanya menjaga konsistensi surplus
produksitetapi juga memperkuat sistem ketahanan pangan agar lebih adaptifberkelanjutanserta
mampu menggerakkan ekonomi daerah dengan ketersediaan stok yang terjangkau.

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB mencatatproduksi padi 2025 mencapai
1.698.283 ton Gabah Kering Giling (GKG)meningkat 16,85 persen dibandingkan 2024 
yang berada di angka 1,45 juta ton. Luas panen pun naik signifikan menjadi 322.927
hektar dengan produktivitas rata-rata 52,59 kuintal per hektar.

Peningkatan tersebut didorong optimalisasi lahan seluas 10.574 hektare serta penggunaan
benih unggul. Sejumlah daerah menjadi kontributor utama produksidi antaranya Lombok
Tengah dengan 421.941 ton GKG (produktivitas 53,66 kuintal/ha)Sumbawa 398.864 ton(
53,37 kuintal/ha)Lombok Timur 243.474 ton (53,64 kuintal/ha)dan Bima 208.018 ton(
48,55 kuintal/ha).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTBEva Dewiyanimenegaskan
pemerintah daerah terus menggerakkan seluruh potensi melalui optimalisasi lahan 
dan program strategis lainnya guna menyelaraskan target swasembada pangan nasional.

“NTB optimistis dapat menjaga tren peningkatan produksi sekaligus memperkuat ketahanan
pangan sebagai kontribusi nyata menuju kebangkitan swasembada pangan Indonesia,”
ujarnya.

Dari sisi kesejahteraanNilai Tukar Petani (NTP) pada awal 2026 tercatat mencapai
131menjadi indikator membaiknya posisi tawar petani. Sementara ituBulog NTB memastikan
stok beras tetap aman dengan serapan gabah melampaui target.

Pada sektor peternakanNTB konsisten mencatat surplus daging. Sepanjang 2025sekitar
16 ribu ekor sapi dikirim ke luar daerahmempertegas posisi NTB sebagai salah satu
lumbung ternak nasional.

Sentra sapi potong di Pulau Sumbawa dan Bima tercatat memiliki populasi lebih dari
300 ribu ekor pada 2024. Selain sapipotensi kambing cukup merataterutama di Kabupaten
BimaLombok Timurdan Lombok Tengah. Industri peternakan ayam juga berkembang pesat
dengan nilai investasi mendekati Rp20 triliun.

Dukungan produksi jagung lokal sebagai pakan turut memperkuat ekosistem peternakan
dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Sektor perikanan menjadi pilar penting ketahanan pangan NTB. Produksi perikanan 
tangkap mencapai 185.518 ton per tahundengan realisasi kinerja sektor kelautan dan
perikanan pada 2025 melampaui 101,6 persen.

Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB diperkirakan
meningkat menjadi Rp8,04 triliun pada 2025dari Rp7,8 triliun pada 2024. Komoditas
unggulan meliputi udangrumput lauttunacakalangtongkolhingga cumi.

Pengembangan pusat budidaya udang terintegrasi (SIM Estate) di Moyo UtaraKabupaten
Sumbawadengan luas 1.000 hektare menjadi salah satu proyek strategis hilirisasi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTBMuslimmenyebut penguatan kelembagaan melalui
penerapan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) barupeningkatan kapasitas SDMserta
optimalisasi Unit Pelaksana Teknis menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) akan 
memperkuat daya saing sektor ini.

“Fokus peningkatan nilai tambah dilakukan melalui penguatan budidayapengembangan
industri pengolahanserta penciptaan iklim investasi berbasis kepastian regulasi,”
katanya.

Sebagai provinsi kepulauan dengan luas daratan 1,96 juta hektare dan perairan 2,79
juta hektare yang mencakup Pulau LombokPulau Sumbawaserta 401 pulau kecilNTB memiliki
potensi produksi perikanan tangkap hingga 200 ribu ton per tahun.

Meski surplus produksi beras diproyeksikan bertahan di kisaran 500 ribu tonNTB menghadapi
sejumlah tantangan pada 2026. Di antaranya alih fungsi lahan pertaniandampak perubahan
iklimserta tingginya konsumsi beras per kapita yang mencapai sekitar 103 kilogram
per tahun.

Pemerintah daerah menargetkan optimalisasi lahan hingga 14 ribu hektare pada 2026disertai
penggunaan benih unggul dan pupuk subsidi untuk menjaga produktivitas jangka panjang.

Diversifikasi pangan juga menjadi agenda penting guna mengurangi ketergantungan 
terhadap beras. Stabilitas harga terus dijaga melalui intervensi pasar seperti Gerakan
Pangan Murah (GPM) yang digelar di 26 titik sepanjang 2025terutama menjelang Ramadhan
untuk meredam inflasi.

Selain itupersoalan food loss dan food waste menjadi perhatian serius. Sekitar 40
persen timbunan sampah di NTB merupakan sisa makanan yang berpotensi menghasilkan
gas metana dan karbon dioksida di tempat pembuangan akhir.

Melalui kampanye “Stop Boros Pangan” dan “Selamatkan Pangan”pemerintah mengajak 
masyarakat dan sektor pariwisata berkolaborasi mengurangi limbah makanan. Inisiatif
pemanfaatan sisa pangantermasuk dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)dikembangkan
melalui budidaya magot sebagai pakan ikan serta pengolahan menjadi kompos.

Langkah tersebut sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin
12.3 untuk menekan food waste hingga 50 persen pada 2030sekaligus memastikan akses
pangan bergizi yang lebih merata.

Dengan berbagai penguatan lintas sektorPemerintah Provinsi NTB optimistis ketahanan
pangan daerah tidak hanya terjagatetapi juga semakin kokoh dalam menghadapi dinamika
ekonomi dan perubahan iklim pada 2026. (F*)

Ket. Foto:

Gubernur dan Wakil Gubernur NTBLalu Muhamad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri dalam
acara panen raya padi beberapa waktu lalu. (Ist)

### Bagikan ini:

 * [  Facebook ](https://koranlombok.com/2026/02/24/ketahanan-pangan-ntb-berpacu-dari-produksi-stok-hingga-konsumsi/?share=facebook)
 * [  X ](https://koranlombok.com/2026/02/24/ketahanan-pangan-ntb-berpacu-dari-produksi-stok-hingga-konsumsi/?share=x)
 * [  WhatsApp ](https://koranlombok.com/2026/02/24/ketahanan-pangan-ntb-berpacu-dari-produksi-stok-hingga-konsumsi/?share=jetpack-whatsapp)
 * [  Telegram ](https://koranlombok.com/2026/02/24/ketahanan-pangan-ntb-berpacu-dari-produksi-stok-hingga-konsumsi/?share=telegram)
 * [Lagi](https://koranlombok.com/2026/02/24/ketahanan-pangan-ntb-berpacu-dari-produksi-stok-hingga-konsumsi/#)

 * [  Cetak ](https://koranlombok.com/2026/02/24/ketahanan-pangan-ntb-berpacu-dari-produksi-stok-hingga-konsumsi/#print?share=print)
 * [  Surat elektronik ](https://koranlombok.com/2026/02/24/ketahanan-pangan-ntb-berpacu-dari-produksi-stok-hingga-konsumsi/?subject=%5BTulisan%20%5D%20Ketahanan%20Pangan%20NTB%20Berpacu%20dari%20Produksi%2C%20Stok%20hingga%20Konsumsi&body=https%3A%2F%2Fkoranlombok.com%2F2026%2F02%2F24%2Fketahanan-pangan-ntb-berpacu-dari-produksi-stok-hingga-konsumsi%2F&share=email)

### _Info Lainnya_
