# Wali Kota Mataram Terima Anugerah Kebudayaan PWI 2026

- Link: https://koranlombok.com/2026/01/10/wali-kota-mataram-terima-anugerah-kebudayaan-pwi-2026/
- Published: 2026-01-10T06:56:00+08:00
- Author: NewsRoom

Mataram  – Wali Kota MataramH Mohan Roliskana ditetapkan sebagai penerima Anugerah
Kebudayaan PWI Tahun 2026. Keputusan ini diambil dewan juri setelah melalui proses
penjurian dari tahap proposal dan presentasi yang berakhir pada Jumat malam (9/1/
2026).

Dalam keputusannya dewan juri mengatakansetelah melakukan penjurian presentasi kepada
10 nominator bupati/wali kota sebagai kelanjutan babak penilaian proposalvideo,peraturan
daerah tentang kebudayaanpokok pikiran kebudayaan daerahlink-link beritalink-link
beritafoto dokumentasi dan lain-lainmaka memutuskan Wali Kota Mataram Dr H Mohan
Roliskana,S.Sos,MH dengan proposal berjudul ” Gerbang Sangkareang” berhak menerima
Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026. Penghargaan akan diserahkan pada puncak
Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten pada tanggal 9 Februari 2026.

Ketua Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang juga Direktur Seni dan Kebudayaan
PWI PusatAnugerah Yusuf Susilo Hartono mengatakanpenjaringan  berlangsung sejak 
2 bulan lalu dan menghasilkan 10 nominator. Dari 10 nominator itu terdiri dari tiga
walikota dan tujuh orang bupati. 

“Dari 10 orang itutergolong masih muda. Ini kebanggaan bagi kami di PWI,” ujarnya.

Ada banyak aspek penilaian mulai dari proposal sampai presentasi untuk menentukan
kepala daerah yang berhak menerima penghargaan ini.

Yusuf menepis jika penjurian anugerah ini dilaksanakan dengan tidak serius dan asal-
asalan. Pihaknya memastikan proses berlangsung sangat serius dengan melibatkan juri
yang berkompeten di bidang masing-masing. Justru para nominator menampilkan proposal
dan presentasi yang sangat berkualitas. Hal ini juga menepis ada anggapan bahwa 
pemberian anugerah ini disertai biaya. “Tidak ada sama sekali,” tegasnya.

Yusuf lalu menceritakanpada penjurian babak presentasiada tiga kepala daerah yang
melakukannya melalui zoom.  Bupati Labuhan BatuSumatera Utara tidak bisa hadir karena
ibunya meninggal dunia. Zoom pun dilakukan setelah selesai pemakaman mendiang ibunya.

“Bupati dengan pakaian putih-putih dengan mata sembabikut zoom,” jelas Yusuf.

Lalu Bupati Padang Pariaman harus mengikuti penjurian melalui  zoom juga karena 
ada rapat yang sangat penting membahas penanganan bencana banjir yang melanda wilayahnya.

Begitu juga Bupati Manokwaritidak bisa hadir karena ada acara adat yang tidak bisa
ditinggalkan. “Jadi ini menyentuh rasa kemanusiaan juri. Tapi proses penjurian tetap
berlangsung profesional,” tambahnya.

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana melakukan presentasi tahap akhir penilaian Anugerah
Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026 pada Jumat siang (9/1/2026). Presentasi dilakukan
di hadapan juri di kantor PWI di Gedung Dewan Pers.

Dalam presentasinya Mohan memaparkan bahwa Mataram sebagai kota yang heterogen dengan
berbagai macam suku hidup rukun dan harmoni. Kota Mataram juga terbuka terhadap 
perkembangan kemajuan dan teknologi. Yang tidak kalah pentingtetap melestarikan 
budaya dan sejarah. Gerbang Sangkareang sebagai  transformasi lumbung padi dan kini
menjadi trademark baru Kota Mataram. 

“Gerbang Sangkareang ini dibangun dan diresmikan pada tahun 2022 lalu pada periode
pertama pemerintahan kami,” jelas Mohan.

Gerbang Sangkareang ini lahir dari karakter ruang dan sejarah sosial masyarakat 
di Kota Mataram. Inspirasinya berasal dari lumbung padi masyarakat suku Sasak. Lumbung
ini sebagai simbol kemakmuran dan kesejahteraan. Lebih dari itulumbung padi memiliki
makna sosial dan spiritual. Jug melambangkan rasa syukurpengendalian diri serta 
semangat berbagi dan gotong royong yang telah mengakar dalam identitas dan budaya
masyarakat Sasak. 

“Sedangkan nama Sangkareang itu diambil dari nama puncak kedua tertinggi di Pulau
Lombok,”  jelasnya.

Menurut MohanGerbang Sangkareang tidak hanya sekedar simbol tetapi mermabat ke ekosistem
ekonomi. Gerbang Sangkareang ini bukan statismelainkan katalisator dan inspirasi
masyarakat kota yang membentuk ekosistem “budaya baru” di Kota Mataram. Ada turunan
budaya yang dihasilkan  berupa Batik Mentaramarsitektur kota dan hasil kerajinan
lainnya.

“Bahkan bros yang saya pakai saat inijuga hasil dari turunan Gerbang Sangkareang,”
tambahnya.

Belum lama inikata MohanBatik Mentaram telah menembus panggung internasionaltampil
memikat di Bellabric dan MelbourneAustralia. 

“Dari tangan pengerajin lokalBatik Mentaram terus memperkuat identitas budaya daerah
yang elegan,adaptif dan mampu bersaing  di ranah global,” jelasnya.

Gerbang Sangkareang telah memberikan dampak bernilai ekonomi yakni nilai tambah 
nyatalapangan pekerjaan lokalpeningkatan UMKM dan city branding yang konsisten. 

Selain Wali Kota Mataram Mohan Roliskana yang melakukan presentasiada sejumlah kepala
daerah secara bergiliran sejak pagi. Di antaranya Wali Kota Malang Wahyu Hidayat
dan Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Bupati Lampung Utara Harmartoni  AhadisBupati Temanggung  Agus SetiawanBupati  Manggarai
Heribertus Geradus Laju Nabit dan Bupati Blora Arief Rohman. Sedangkan tiga kepala
daerah yakni Maya Hasmita (Bupati Labuhanbatu)Hermus Indou (Bupati Manokwari)dan
John Kenedy (Bupati Padang Pariaman) melakukan presentasi melalui zoom. Ketiganya
tidak hadir langsung karena ada kendala dan tugas yang tidak bisa ditinggalkan.

Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI-HPN 2026 berjumlah lima orangterdiri atas unsur
internal dan eksternal PWI Pusatyakni Dr. Nungki Kusumastuti (dosen IKJpenari dan
artis film)Agus Dermawan T (pengamat dan penulis seni budayapenerima Anugerah Kebudayaan
RI)Sudjiwo Tejo (senimanbudayawanmantan wartawananggota Tim Pakar PWI Pusat)Akhmad
Munir (Direktur Utama LKBN AntaraKetua Umum PWI Pusat periode 2025-2030)serta Yusuf
Susilo Hartono (wartawan seniorpelukisdan penyair). (*)

Ket. Foto: Kepala Diskominfo Kota Mataram H Ramadhani menerima surat keputusan Dewan
Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Tahun 2026. (Ist)

### Bagikan ini:

 * [  Facebook ](https://koranlombok.com/2026/01/10/wali-kota-mataram-terima-anugerah-kebudayaan-pwi-2026/?share=facebook)
 * [  X ](https://koranlombok.com/2026/01/10/wali-kota-mataram-terima-anugerah-kebudayaan-pwi-2026/?share=x)
 * [  WhatsApp ](https://koranlombok.com/2026/01/10/wali-kota-mataram-terima-anugerah-kebudayaan-pwi-2026/?share=jetpack-whatsapp)
 * [  Telegram ](https://koranlombok.com/2026/01/10/wali-kota-mataram-terima-anugerah-kebudayaan-pwi-2026/?share=telegram)
 * [Lagi](https://koranlombok.com/2026/01/10/wali-kota-mataram-terima-anugerah-kebudayaan-pwi-2026/#)

 * [  Cetak ](https://koranlombok.com/2026/01/10/wali-kota-mataram-terima-anugerah-kebudayaan-pwi-2026/#print?share=print)
 * [  Surat elektronik ](https://koranlombok.com/2026/01/10/wali-kota-mataram-terima-anugerah-kebudayaan-pwi-2026/?subject=%5BTulisan%20%5D%20Wali%20Kota%20Mataram%20Terima%20Anugerah%20Kebudayaan%20PWI%202026&body=https%3A%2F%2Fkoranlombok.com%2F2026%2F01%2F10%2Fwali-kota-mataram-terima-anugerah-kebudayaan-pwi-2026%2F&share=email)

### _Info Lainnya_
