# Gerakan Mahasiswa Era NKK/BKK – Orde Baru : Sejarah dan Realitas

- Link: https://koranlombok.com/2025/12/04/gerakan-mahasiswa-era-nkk-bkk-orde-baru-sejarah-dan-realitas/
- Published: 2025-12-04T18:33:57+08:00
- Author: NewsRoom

Bagian kesatu 

Artikel oleh : Didu 

*Prolog*

Dulu sebelum era dekade 80anbelum ada organisasi masyarakat sipil [ sebut saja NGO’s]
yang bergerak pada isu isu spesifik dan tematik. Hal ini karena situasi politik 
saat itu masih dikuasai oleh kekuatan Orde Baru yang melakukan kontrol ketat terhadap
seluruh aspek kehidupan termasuk berserikat dan berpendapat. 

Paska Peristiwa Malari 1974 dan Gerakan Mahasiswa Bandung tahun 1978. Kedua gerakan
tersebut sangat monumental dijamannya karena mengangkat isu yang berlawanan dengan
rezim orde baru. 

Dari peristiwa tersebut rezim Orde Baru untuk membatasi gerakan kritis mahasiswa
memperkenalkan konsep NKK/BKK [ Normalisasi Kehidupan Kampus/ Badan Koordinasi Kemahasiswaan]
yg tujuan jelas untuk mengkontrol kegiatan politik  Mahasiswa sekaligus meniadakan
kritik mahasiswa kepada rezim. Imbasnya Dewan Mahasiswa dibubarkan diganti dengan
Senat Mahasiswa yg dibawah kontrol langsung Rektorat/Rektor dlm hal Wakil Rektor
3 bidang Kemahasiswaan. Implikasinya setiap aktivitas mahasiswa harus seijin dan
restu Rektorat.  

*depolitisasi kampus*

Sementara itu untuk menampung kegiatan intra kampus rezim Orde Baru masih memberikan
ruang terbatas kepada kampus untuk memfasilitasi aktivitas mahasiswa yang terkait
dengan minat dan kegemaran yang direpresentasikan lewat Unit Kegiatan Mahasiswa [
UKM ] dibawah koordinasi Senat Mahasiswa Universitas. 

Unit Kegiatan Mahasiswa ini merupakan wadah kolektif pada para mahasiswa untuk berkumpul
dan berserikat dlm skala terbatas berdasarkan kesamaan minat dlm bidang tertentu.
Misalnya yg berminat dalam bidang kemanusiaan didirikan *Korps Sukarelawan Mahasiswa*[
KSR ]untuk Mahasiswa yg hobby pada bidang tulis menulis / jurnalistik maka didirikan*
Koran Kampus* untuk mahasiswa yang ingin memperdalam bidang keagamaan dan spiritualnyakemudian
berhimpun dalam *Lembaga Dakwah Kampus*  [ LDK ]dan lain lain. 

Adapun proses pendirian UKM ini dipermudah dan Kampus akan Wellcome termasuk dukungan
kegiatannya. Apalagi jika UKM tersebut terkesan Apolitis dan kelompok minat dan 
hobby semataKampus ketika itu sangat mendukung penuh. 

Mangkanya tak heranketika diperkenalkan konsep NKK/BKK di dekade akhir 70an banyak
sekali bermunculan kegiatan ektra maupun intra kemahasiswaan bak musim jamur di 
semua Kampus. Mahasiswa dengan dukungan Rektorat mendirikan beragam UKM untuk menampung
kegiatan mahasiswa usai proses belajar. 

Selain itu Rezim Orde Baru lewat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu
juga memperkenal Sistem Kredit Semester [ SKS ] yg mewajibkan mahasiswa baru harus
menyelesaikan kuliahnya minimal 144 SKS yg meliputi mata kuliah wajib dan pilihan.
Tujuan diberlakukan SKS ini agar mahasiswa fokus pada study dan menjauhkan dari 
aktivitas politik dan gerakan moral. 

Jika sebelum NKK/BKK mahasiswa memiliki kemandirian dan bebas dalam menentukan masa
study termasuk dlm berserikat dan berpendapat lewat Dewan Mahasiswa [ Dema ] yg 
tidak dibawah sub ordinasi Rektor. Maka Paska NKK/BKK peran politik mahasiswa oleh
rezim Orde Baru dengan berbagai strategi depolitisasi Kampus. Orde Baru sadar bahwa
Kampus memiliki kekuatan moral politik yang kuat dlm melawan kebijakan Orde Baruterbukti
dengan adanya peristiwa Malari 1974 yg dimotori Dewan Mahasiswa [ Dema ] Universitas
Indonesia dibawah komando Hariman Siregar dkk. Juga peristiwa gerakan mahasiswa 
bandung yg dimotori oleh Mahasiswa ITB yg dikenal dengan *gerakan pembungkaman dibawah
sepatu Lars* yg dimotori aktivis Indro Cahyonodkk.  

Dari dua peristiwa tersebut menyadarkan Rezim Orde Baru bahwa Kampus harus dijinakkan
lewat strategi NKK/BKK. 

Diberlakukannya NKK/BKK ini menimbulkan dilema sekaligus perbedaan pada pandangan
dikalangan internal mahasiswa maupun akademisi Kampus sendiri. Perbedaan cara pandang
ini bermuara pada adanya ketidak bebasan dan pengekangan aktivitas mimbar akademis
kampus yang harus melalui mekanisme perijinan dan restu Rektorat. 

Bagi aktivis kampus yang memiliki ideologi yang kritis kebijakan kampus NKK/BKK 
tersebut dipandang sebagai upaya depolitisasi secara sistemik dan masiv terhadap
Kampus agar berjarak dengan problem problem kemasyarakatan. Kampus dijadikan *Menara
Gading* yg berdiri ditengah penderitaan rakyat. 

Kampus tidak diberikan lagi ruang pengabdian untuk melakukan advokasi terhadap penderitaan
Rakyat. Kalaupun ada itu sebatas kegiatan *apolitis* dan *periferi*[ tidak urgensi/
pinggiran ]

*Perubahan Taktik dan Strategi* 

Sementara itu menyikapi strategi orde baru yg makin represif terhadap berserikat
dan berpendapat dengan berbagai ancaman dan teror seperti pemakaian UU Subversiv
atau Pasal Hatzai Artikelen yg diatur dlm KUHP peninggalan KolonialKehidupan Kampus
khususnya kajian kajian kritis menjadi berkurang. Hal ini karena semua kegiatan 
mimbar dikampus dibatasi dan diformalkan harus seijin dan sepengetahuan Rektorat.

Kontrol dan Hegemoni Kekuasaan Rektorat yg merupakan parpanjangan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan saat ini sangat efektif membatasi mimbar mimbar akademis yang bernuansa
kritis dan kritik sosial. Kampus bukan lagi menjadi artikulator memperjuangkan hak–
hak rakyat. Dilema ini dirasakan betul oleh eksponen Kampus dengan diberlakukan 
politik NKK/BKK. 

Dikalangan aktivis / student movement melakukan perubahan taktik dan strategi guna
menyisati kebijakan depolitisasi Kampus tersebut yakni Mendirikan Kelompok Study
sebagai  *tameng / cover gerakan* yang berjumlah terbatas untuk melakukan kajian
kajian secara berkala terhadap fenomena sosial politik yang sedang terjadi. 

Menjamurnya kegiatan ekstra Kampus yg berkedok Kelompok Study ini dipelopori oleh
Aktivis Kritis [ biasa mahasiswa senior yg masa kuliahnya diatas 5 tahun ] merupakan
upaya *kawah candradimuka,* untuk melakukan konsolidasi dan kaderisasi aktivis student
movement agar terjadi peralihan estafet gerakan ditengah keterbatasan dan pengawasan
oleh rezim Orde Baru kala itu lewat beragam perangkatnya. 

Strategi exite / menggalang kekuatan dari luar kampus kemudian bermetamorfosa menjadi
jaringan / networking yang kuat yakni yang menghubungkan jaringan gerakan mahasiswa
dengan kelompok aktivis lain di wilayah kampus lain. Hal ini sebagai upaya untuk
menjalin solidaritas dan up dating informasi dari belahan lain terkait info info
yg sensitiv terutama perkembangan politik atau beragam permasalahan yang menimpa
rakyat yang tidak mungkin terpublikasi secara resmi oleh media. Maka akses informasi
informasi seperti ini dengan mudah diperoleh kalangan aktivis gerakan yang berjaringan.

Selain itu saat ini lewat jaringan terbatas aktivis gerakan diluar kampus ini juga
memiliki *media/jurnal* student movement yg diterbitkan secara terbatasmisalnya 
ada tabloid Aldera yg diterbitkan oleh aktivis Bandung. Kemudian ada juga buku saku
karya Soe Hok Gie yang berjudul *Dibawah Lentera Merah*. 

Selain menjalin networking sesama aktivis gerakanKelompok Study Mahasiswa ini menjalin
Networking dengan Aktivis Mahasiswa diluar Negeriseperti *Asean Student Movement*
yg juga memiliki tabloid berkala yg dikirimkan secara rutin. 

Selain itu Kelompok Studi Mahasiswa / Aktivis Mahasiswa Ekstra Kampus juga kerap
menerima kunjungan student movement dari negara lain sebagai sarana komunikasi dan
membuka lebih luas akses jaringan khususnya untuk memperluas kampanye media di luar
negri. 

*cikal bakal NGOs* 

Sementara itu bagi aktivis yang paska mahasiswa / telah lulus jadi sarjana maupun
drop out melakukan gerakan dengan mendirikan organisasi non pemerintah atau lebih
di kenal dengan istilah NGOs [ Non Goverment Organization ]. 

Bersambung ..!!

### Bagikan ini:

 * [  Facebook ](https://koranlombok.com/2025/12/04/gerakan-mahasiswa-era-nkk-bkk-orde-baru-sejarah-dan-realitas/?share=facebook)
 * [  X ](https://koranlombok.com/2025/12/04/gerakan-mahasiswa-era-nkk-bkk-orde-baru-sejarah-dan-realitas/?share=x)
 * [  WhatsApp ](https://koranlombok.com/2025/12/04/gerakan-mahasiswa-era-nkk-bkk-orde-baru-sejarah-dan-realitas/?share=jetpack-whatsapp)
 * [  Telegram ](https://koranlombok.com/2025/12/04/gerakan-mahasiswa-era-nkk-bkk-orde-baru-sejarah-dan-realitas/?share=telegram)
 * [Lagi](https://koranlombok.com/2025/12/04/gerakan-mahasiswa-era-nkk-bkk-orde-baru-sejarah-dan-realitas/#)

 * [  Cetak ](https://koranlombok.com/2025/12/04/gerakan-mahasiswa-era-nkk-bkk-orde-baru-sejarah-dan-realitas/#print?share=print)
 * [  Surat elektronik ](https://koranlombok.com/2025/12/04/gerakan-mahasiswa-era-nkk-bkk-orde-baru-sejarah-dan-realitas/?subject=%5BTulisan%20%5D%20Gerakan%20Mahasiswa%20Era%20NKK%2FBKK%20-%20Orde%20Baru%20%3A%20Sejarah%20dan%20Realitas&body=https%3A%2F%2Fkoranlombok.com%2F2025%2F12%2F04%2Fgerakan-mahasiswa-era-nkk-bkk-orde-baru-sejarah-dan-realitas%2F&share=email)

### _Info Lainnya_
